PKS Mainan Baru Amerika Rabu, Des 24 2008 

Gus Im: “PKS Mainan Baru Amerika”
20 Desember 2008 17:33:07

Analisis menarik tentang fenomena PKS dikemukakan pengamat politik internasional KH Hasyim Wahid (Gus Iim). Gus Im menyatakan, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), salah satu partai politik berbasis Islam yang mulai berkembang luas di Indonesia hanyalah mainan baru Amerika Serikat.
Dikatakannya, keadaan dunia berubah pasca perang dingin. Dunia menjadi kawasan pasar bebas sehingga dikehendakilah masyarakat yang pro pasar. Sementara kelompok Islam tradisionalis dan modernis dianggap terlalu nasionalis untuk bisa menyesuaikan diri dengan pasar bebas. “Maka dimunculkanlah Islam baru yang namanya PKS, yang lebih sesuai dengan pasar global,” katanya.
Gus Iim berbicara dalam acara refleksi akhir tahun bertajuk NU dalam Konstalasi Politik Nasional yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau IKA-PMII di aula gedung PBNU Jakarta, Kamis (18/12).
Menurut adik kandung KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini, sebagai organisasi yang berjenjang global, PKS terpolarisasi dalam beberapa kelompok. “Di dalamnya memang retak-retak. Yang satu berkiblat ke Departemen Luar Negeri Amerika, satu lagi terkait dengan DI/TII tapi semuanya Amerika juga,” katanya.
Tidak Ada Reformasi
Menurut Gus Iim, reformasi Indonesia sebenarnya tidak ada. Yang ada hanyalah peristiwa penjatuhan Soeharto oleh Amerika Serikat. Menurutnya, pasca perang dingin Amerika sudah tidak perlu lagi “centeng” di beberapa negara, termasuk Soeharto.
“Gelombang demokratisasi itu sebenarnya tidak ada. yang ada adalah cerita bahwa Amerika sedang sibuk membawa pembaharuan pengelolaan ekonomi di negara kaya minyak dan mineral,” katanya.
Bersamaan dengan itu kelompok Islam tradisionalis dan modernis dianggap sudah tidak dibutuhkan.
Dikatakannya, sebelumnya memang dimunculkan dikotomi Islam tradisionalis dan Islam modernis. Islam yang tradisionalis dalam hal ini diwakili oleh Nahdlatul Ulama (NU) disingkirkan. Kelompok yang identik dengan kaum sarungan ini dianggap tidak layak turut serta dalam pembangunan ekonomi sehingga dianggap tidak berhak mendapatkan akses.
Namun, lanjut Gus Iim, meski tak mendapat akses langsung, kelompok tradisionalis bergerak dan berkembang terus. Anak-anak dari kelompok sarungan ini belajar berbagai macam disiplin ilmu, selain ilmu keagamaan, sehingga bisa beraktifitas di mana-mana. (Alf/Diolah dari NUOnline)

Reformasi Selasa, Des 16 2008 

PEMIKIRAN TENTANG REFORMASI
DAN
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

Pidato ilmiah di Sidang
Senat Guru Besar ITB, snr. SUDJANA SAPI’IE,
Ketua Senat PMB 1955-1956

Bagian I
REFLEKSI TENTANG REFORMASI
Gerakan Reformasi yang tercetus dipertengahan tahun 1990-an adalah suatu gerakan perubahan menentang suatu sistem benegara yang telah kehilangan legitimasinya. Ia lahir secara evolusioner bertahap sehingga menjadi gelombang perubahan yang tidak tertahankan, dan menumbangkan suatu rezim yang telah berkuasa lebih dari tiga puluh tahun. Kita di ITB terlibat pula dalam gerakan itu, dalam suatu format dimana Senat ITB berperan penting. Usaha Senat ITB itulah yang melahirkan suatu gerakan simbiosistik antara sivitas akademika ITB, mahasiswa dan alumninya. Kemudian kita berperan pula menggerakkan universitas lainnya membentuk forum gerakan bersama sebagai kekuatan moral mendukung gerakan mahasiswa. Presentasi tentang Reformasi ini akan dimulai dengan sketsa tentang Orde Baru sebagai tahap mula (prelude), disusul dengan Reformasi Meiji sebagai contoh reformasi yang sukses dan kemudian membahas tentang Reformasi Kita saat ini, serta kemanakah arahnya dikemudian. (lagi…)

coba Rabu, Mar 26 2008 


Google
 
 

66 Partai?? Rabu, Mar 26 2008 

 mobol.jpg

Enam puluh enam partai? Gila! Banyak betul! Tapi jangan kaget, hal ini sangat mungkin terjadi. UU tentang pemilu telah disetujui oleh pemerintah dan DPR dan akan diundangkan segera oleh presiden. Didalam UU pemilu 2008, Parliamentary threshold ditetapkan sebesar 2.5%. Parpol peserta pemilu 2004 yang tidak lolos electoral threshold 3 % (tidak mencapai 16 kursi), tetapi memenangkan kursi DPR, berhak langsung ikut pemilu 2009. Lebih dari 100 partai politik baru sedang menunggu hasil verifikasi kementerian hukum dan HAM, untuk lolos menjadi parpol peserta pemilu 2009. Inilah konfigurasi kehidupan politik hasil 10 tahun reformasi. Konstruksi yang hendak dibangun ketika merumuskan UU pemilu 2003 adalah membangun konstruksi politik yang makin sederhana pada pemilu-pemilu berikutnya. (lagi…)

Muhamadiyah + NU Rabu, Feb 6 2008 

  

NU-MUHAMMADIYAH masih menjadi ormas Islam terbesar dan gerakan arus utama dakwah di tanah air, kultur beragamaan yang berbeda bukan berarti menutup jalan keduanya untuk disenyawakan dalam satu bingkai apalagi jika hal tersebut dimaksudkan demi terciptanya ukhuwah dan terbinanya cita – cita yang lebih besar.

Banyak Jalan yang ditempuh oleh para pendahulu untuk mempersatukan segenap potensi ummat termasuk didalamnya NU dan Muhammadiyah, kendati tidaklah mudah dan sederhana kenyataannya keduanya memang tidak mustahil untuk dipersatukan.

(lagi…)